Kabar Mojokerto - Agus Setiawan (46), seorang sukarelawan pengatur lalu lintas atau supeltas di Mojokerto, telah mengabdikan diri selama tujuh tahun untuk membantu pengendara menyebrang jalan.
Dengan hanya bermodalkan pluit dan bendera, Agus melaksanakan tugasnya setiap hari di Jalan Raya Bypass RA Basoeni, tepat di depan pos polisi Jampirogo.
Bersama sekitar 12 supeltas lainnya, Agus bekerja mengikuti shift dibagi dua jam setiap orang, mulai pukul 07.00 WIB hingga malam. Ia mengaku, awalnya terjun ke dunia ini karena alasan ekonomi. "Demi anak dan istri, saya rela berpanas-panasan di tengah jalan. Lebih baik bekerja daripada meminta-minta," ujarnya ketika diwawancara oleh Kabar Mojokerto, pada Sabtu siang (12/10/2024).
Baca Juga: Laka Lantas Truk Vs Motor, Tewaskan 1 Guru SMP di Mojokerto
Agus menjelaskan bahwa meskipun pekerjaannya memiliki risiko tinggi, niatnya untuk membantu membuatnya tetap semangat. “Intinya, kami ingin ikhlas membantu,” kata Agus saat ditemui wartawan.
Sebagai supeltas, Agus menganggap pekerjaannya mulia. Ia menyebutkan bahwa ia menerima penghasilan rata-rata Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per hari, yang ia dapat dari sumbangan pengendara. Selain uang, banyak pengendara yang memberikan makanan dan minuman.
"Kita ini sukarelawan. Dikasih ya diterima, enggak dikasih ya enggak apa-apa," tegasnya. Meskipun terlihat mudah, Agus mengakui bahwa berdiri selama dua jam di bawah terik matahari cukup melelahkan.
Agus juga memanfaatkan sebagian dari penghasilannya untuk bersedekah. “Saya percaya, rejeki yang saya dapat juga ada hak orang lain,” ungkapnya.